Phantom Hacker Scam merupakan modus penipuan lanjutan dari tech support scam. Dimana pelaku berpura-pura sebagai teknisi, pegawai bank, atau pejabat pemerintah untuk meyakinkan korban bahwa akunnya diretas. Dengan dalih melindungi aset, korban dibujuk untuk memindahkan uang mereka ke “rekening aman” milik penipu. Jadi, istilah “hacker” dalam kasus ini sebenarnya tidak menggambarkan peretas yang sesungguhnya, karena tidak ada serangan nyata yang terjadi. Semua hanyalah social engineering untuk memanipulasi korban. Modus ini paling sering menargetkan seseorang yang sudah dapat dikatakan lanjut usia, lebih mudah panik, takut dan kurang paham teknologi, sehingga pelaku mudah menipu korban.
Pada 2023 yang lalu modus yang digunakan oleh para pelaku adalah menyebarkan file untuk instalasi aplikasi (APK) berbahaya. Aplikasi tersebut merupakan malware dengan berbagai varian yang digunakan untuk mencuri kredensial perbankan dan remote access pada perangkat korban. Sedangkan di 2025 ini para pelaku menggunakan modus yang berbeda yaitu melakukan panggilan video melalui aplikasi Whatsapp, korban diarahkan untuk mengaktifkan fitur berbagi layar. Pelaku memanfaatkan fitur tersebut untuk mengakses kredensial perbankan serta mencuri OTP.
Tips agar Terhindar dari Phantom Hacker Scam:
1   Hindari berbagi layar (screen sharing) di aplikasi WhatsApp, karena bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi;
2   Gunakan kanal resmi, jangan percaya panggilan dari nomor yang tidak dikenal dengan mengaku dari instansi tertentu;
3   Tingkatkan security awareness dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar dengan cara meningkatkan literasi digital.
source : https://www.bssn.go.id/waspada-phantom-hacker-scam-modus-penipuan-dengan-teknik-rekayasa-sosial/